Aska
Aska ingin bunuh diri.
Ia telah merencanakan bagaimana cara mengakhiri hidup. Aska menyukai pemandangan matahari tenggelam di danau yang lumayan jauh dari rumahnya. Begitu lembut katanya, maka ia memutuskan untuk mengakhiri hidup ditempat kesukaannya dengan cara menenggelamkan diri dengan seikat batu.
Pada pukul 2 siang, aska pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda miliknya. Sebelum pergi ke danau, aska pergi ke rumah temannya dengan maksud berpamitan tentu saja ia merahasiakan tujuan awalnya. "Jaga dirimu baik-baik" begitu kata aska ketika ratna membuka pintu. Begitu ia mengatakannya, aska terburu-buru menaiki sepeda miliknya.
Di perjalanan aska merasa perjalananya begitu nyaman. Anak-anak sd yang bermain kelereng, bapak penjual gorengan yang di dikerubuti pembeli, dinding bata di pertigaan gang yang dipenuhi oleh banyak pengumuman. Entah mengapa aska lebih menikmati perjalannya.
Belokan terakhir sebelum sampai ke tujuan, aska tidak sengaja menabrak zya. Ia melihat betapa ruyamnya raut wajah zya.
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak, aku tidak baik-baik saja"
aska tau, walaupun aska dan zya bukan teman dekat ia tau bahwa sahabat zya, zen, telah pergi meninggalkannya. "Aku terlambat ka, aku tidak sempat menolongnya" zya menangis sejadi-jadinya. Aska menyadari di tangan kiri zya membawa sebuah foto. "Andai aku bisa kembali ke masa lalu" aska menepikan sepeda miliknya, ia duduk dibawah rerumputan bersama dengan zya yang meratapi kematian sahabatnya.
"Bukankah itu keputusan miliknya? Aku pikir ia telah memikirkannya?"
"Aku tau, tapi aku terlambat kaa! Aku juga kesal, apa ia tidak berpikir bagaimana perasaanku? Perasaan bapak ibunya? Perasaan kakaknya? Adiknya? Teman setimnya?"
Aska tau itu, bapak ibu aska masih dirundung kesedihan, adik zen bahkan dirawat akibat penyakit lamanya kambuh kembali, tim lari sekolahnya pun kehilangan atlet terbaik mereka.
Dan aska berpikir.
Zya dengan masih menangis, pamit untuk pergi ke makam zen.
Aska termenung di posisinya, ia berdiri dan menuntun sepedanya. Tapi ia berbalik arah.
Ada raut senyum diwajah aska bersamaan dengan mentari sore kala itu.
Ada raut senyum diwajah aska bersamaan dengan mentari sore kala itu.
Komentar
Posting Komentar